Alat untuk perawatan kolam renang bisa mengalami kerusakan jika tidak dijaga dengan baik. Kami yakin banyak yang mengabaikan hal ini karena memang terdengar cukup sepele. Namun coba pikirkan lagi.
Jika di hari minggu Anda ingin membersihkan kolam renang tapi saat akan digunakan ternyata leaf skimmer atau saringan daun malah rusak, bukankah ini akan sangat merepotkan?
Ya, pada intinya penggunaan alat perawatan kolam renang yang awet sangat bergantung pada cara Anda memperlakukannya setelah dipakai.
Kami akan jelaskan apa saja risiko kerusakan yang bisa terjadi pada peralatan tersebut dan cara mencegahnya agar Anda tidak perlu terus-menerus membeli yang baru.
6 Risiko Kerusakan Alat Perawatan Kolam Renang dan Cara Mencegahnya
Setiap alat maintenance memiliki risiko kerusakan yang sering kali dipicu oleh paparan zat kimia dan kondisi cuaca ekstrem di luar ruangan. Berikut ini penjelasannya:

1. Serokan Daun (Leaf Skimmer) & Jaring
Kebanyakan jaring serokan terbuat dari nilon atau plastik yang rentan terhadap degradasi UV akibat paparan matahari terus-menerus. Hal ini membuat jaring menjadi getas atau rapuh, sehingga mudah robek saat harus mengangkat beban daun yang basah dan berat.
Selain itu, membiarkan serokan terendam di air dengan kadar klorin tinggi dapat merusak jahitan jaring. Tekanan fisik yang berlebihan, seperti memaksa serokan jaring halus untuk mengambil kotoran berat seperti ranting dan sejenisnya.
2. Sikat Kolam (Pool Brush)
Seiring berjalannya waktu, bulu sikat terutama yang berbahan nilon akan kehilangan kekakuan dan menjadi gepeng, sehingga tidak lagi efektif untuk menyikat lumut yang membandel.
Sikat berkualitas rendah yang sudah rusak karena matahari bisa mulai “rontok” dan bulunya berisiko terhisap ke sistem filtrasi.
3. Selang Vakum (Vacuum Hose)
Menyimpan selang dengan cara digulung terlalu ketat dapat menyebabkan selang mudah tertekuk, sehingga sulit digerakkan dengan lancar saat digunakan kembali.
Selang plastik juga akan kaku dan retak jika dibiarkan kepanasan di pinggir kolam. Kebocoran sekecil lubang jarum sekalipun akan membuat selang menghisap udara, bukan air, yang dapat menyebabkan mesin pompa kehilangan pancingan (prime) atau bahkan terbakar karena berjalan tanpa aliran air.
4. Stik Teleskopik (Telescopic Handle)
Stik aluminium sering mengalami oksidasi yang ditandai dengan munculnya bercak putih seperti kapur jika tidak segera dibilas setelah terkena air kolam. Oksidasi ini menyebabkan mekanisme geser macet atau pengunci (cam lock) menjadi sangat sulit diputar.
Selain itu, menyimpan stik dengan cara menyandarkannya di dinding atau tertindih barang berat bisa membuatnya bengkok, yang akan menghambat bagian stik untuk masuk atau keluar secara lancar saat akan digunakan.
5. Kepala Vakum (Vacuum Head)
Vacuum head adalah alat yang bersentuhan langsung dengan permukaan lantai, sehingga rentan terhadap keausan mekanis.
Menggunakan roda atau bulu sikat yang sudah aus dapat menyebabkan goresan pada keramik/mozaik.
Roda dan bearing yang tersumbat rambut atau pasir sering kali macet, dan jika dipaksa jalan, bingkai plastiknya bisa patah. Solusinya perhatikan kondisi kepala vacuum sebelum menggunakannya, ada bagian yang kelihatannya rusak bisa diperbaiki dulu sebelum memakainya.
6. Alat Uji Air (Water Test Kit)
Alat uji sangat sensitif dan mudah rusak jika cara menyimpannya salah, yang berujung pada hasil bacaan yang salah (false readings).
Panas tinggi dari matahari bisa merusak cairan reagen, sementara sinar UV memudarkan warna strip tes hingga tidak bisa digunakan lagi. Menggunakan alat uji yang sudah kedaluwarsa akan menghasilkan angka pH atau klorin yang tidak akurat.
Tahukah Anda bahwa salah menakar bahan kimia akibat alat uji yang rusak bisa menyebabkan iritasi mata pada perenang atau memicu pertumbuhan lumut?
Baca juga: Tips Menyimpan Alat Kolam Renang, Begini agar Aman!
Tips Menyimpan Peralatan Kolam Renang dengan Benar
Agar peralatan Anda memiliki umur pakai yang panjang, kami menyarankan beberapa langkah perawatan sederhana berikut ini:
- Simpan di Tempat Teduh: Jauhkan semua peralatan dari paparan sinar matahari langsung saat tidak digunakan guna mencegah material plastik menjadi getas.
- Gantung dengan Rapi: Gunakan gantungan dinding khusus untuk stik teleskopik dan serokan agar tidak melengkung atau tertindih benda lain di lantai.
- Keringkan Selang Vakum: Pastikan air di dalam selang sudah terbuang habis sebelum digulung longgar untuk menghindari pertumbuhan jamur atau bau tidak sedap.
- Simpan Test Kit di Dalam Ruangan: Letakkan kotak alat uji di area yang sejuk, kering, dan gelap agar cairan reagen tetap aman saat digunakan.
Demikian penjelasan mengenai risiko kerusakan pada alat perawatan kolam renang dan tips mencegahnya agar tetap awet digunakan.
Menjaga peralatan tetap dalam kondisi prima adalah cara terbaik untuk memastikan kebersihan air kolam Anda selalu terjaga. Hubungi Trijaya Pool jika Anda membutuhkan peralatan baru yang berkualitas.
FAQ
Mengapa jaring leaf skimmer berlubang?
Hal ini bisa terjadi jika jaring tersebut sudah sangat lama atau secara tidak sengaja digunakan untuk menyaring kotoran yang lebih berat (misalnya ranting yang terjatuh ke area kolam).
Kapan saya harus mengganti selang vakum yang bocor?
Segera setelah Anda menemukan bocor halus. Menambal selang biasanya hanya bertahan sementara.
Apa risiko membeli peralatan maintenance murah?
Risikonya lebih rentan mengalami kerusakan. Meskipun mungkin tujuannya hemat tapi membeli alat kualitas rendah justru bisa menyebabkan pemborosan.

