Musim hujan kerap membawa masalah tersendiri bagi pemilik kolam renang terbuka. Guyuran air dari langit yang turun terus-menerus bukan hanya menambah volume air, melainkan langsung merusak keseimbangan sanitasi kolam.
Banyak pemilik kolam terkejut saat mendapati air jernih mendadak keruh kehijauan hanya dalam satu malam setelah hujan lebat. Padahal masalah ini bisa diatasi dengan memahami perubahan kimia air serta langkah penanganan praktis di lapangan.
Pengaruh Air Hujan Terhadap Parameter Kimia Kolam
Air hujan di perkotaan cenderung memiliki sifat asam yang cukup tinggi karena mengikat polutan udara. Ketika air hujan dalam jumlah banyak masuk ke kolam, tingkat keasaman atau pH air kolam akan merosot tajam ke bawah batas ideal.
Kondisi asam ini membuat klorin bebas kehilangan daya bunuhnya terhadap spora lumut dan bakteri air. Akibatnya alga hijau berkembang biak sangat cepat di dinding keramik serta lantai dasar kolam renang.
Selain merusak kadar pH, air hujan deras membawa endapan debu dan kotoran dari atap rumah di sekitarnya. Beban kotoran organik yang meningkat ini menuntut filter serta klorin bekerja jauh lebih keras dibanding hari biasa.
Empat Langkah Rutin Merawat Kolam Saat Hujan
Menjaga kondisi kolam selama musim hujan membutuhkan langkah sistematis yang teratur. Berikut langkah kerja yang biasa kami terapkan di lapangan:

- Pengurangan Volume Air: Buang kelebihan air melalui saluran pembuangan sebelum menyentuh batas bibir kolam agar kotoran tepi tidak hanyut masuk.
- Pembersihan Kotoran Fisik: Serok daun basah dan ranting pohon segera menggunakan daun rake sebelum membusuk di dasar kolam.
- Pemeriksaan Kadar Air: Uji parameter pH dan klorin menggunakan test kit setiap kali hujan lebat reda untuk membaca pergeseran asam.
- Penyesuaian Chemical Kolam: Tambahkan soda ash jika pH terlalu asam serta kaporit untuk mengembalikan daya sanitasi klorin.
1. Menjaga Keseimbangan Alkalinitas Total
Langkah awal yang sering terlewat oleh pemilik kolam adalah mengukur total alkalinitas air kolam renang. Alkalinitas total berfungsi sebagai penahan benturan agar kadar pH tidak berfluktuasi secara liar saat diguyur air hujan.
Standar alkalinitas ideal berada di rentang 80 hingga 120 ppm pada alat ukur. Jika angka ini berada di bawah batas normal, penambahan soda ash atau baking soda khusus kolam renang perlu dilakukan secara bertahap.
2. Melakukan Shock Treatment Klorin
Ketika air mulai menunjukkan tanda berkabut atau dinding terasa licin, pemberian klorin dosis ganda bisa menjadi pertimbangan. Tindakan ini namanya shock treatment untuk membasmi koloni alga sebelum sempat mekar menjadi hijau pekat.
Pemberian kaporit granular berkadar 70% atau klorin cair paling baik dilakukan pada sore hari setelah matahari terbenam. Cara ini mencegah klorin terurai oleh paparan sinar matahari sebelum sempat bekerja mensterilkan spora alga air.
3. Mengatur Durasi Sirkulasi Mesin Pompa
Durasi sirkulasi pompa filter wajib ditambah selama intensitas curah hujan tinggi di lingkungan Anda. Jika pada musim kemarau sirkulasi cukup berjalan 6 jam sehari, naikkan durasinya menjadi 8 hingga 10 jam setiap hari.
Aliran air yang bergerak meminimalkan area mati di sudut kolam tempat berkumpulnya lumut. Pastikan pula pasir filter silika dalam kondisi prima agar partikel mikro lumut dapat tertahan sempurna di tabung filter.
Pasir silika pada tabung filter pasir idealnya perlu penggantian secara berkala setiap 1 hingga 1,5 tahun sekali. Media penyaring yang sudah terlalu jenuh atau menggumpal tidak akan mampu menyaring lumut halus hasil bilasan air hujan.
Baca juga: Berapa Biaya Perawatan Kolam Renang? Ini Estimasinya
Solusi Jasa Perawatan Kolam Renang Trijaya Pool
Mengurus perawatan kolam saat musim penghujan memang membutuhkan ketelatenan serta takaran bahan kimia yang pas. Kesalahan takaran obat kolam justru bisa membuat air kolam berbuih atau bahkan menimbulkan rasa perih di mata perenang.
Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk merawat kolam sendiri, tim Trijaya Pool siap membantu melalui jasa perawatan kolam renang berkala. Kami menyediakan teknisi berpengalaman yang rutin mengecek kadar air, menyedot endapan dasar, hingga membersihkan ruang mesin pompa.
Hubungi tim konsultan kami untuk menjadwalkan kunjungan teknisi atau konsultasi gratis mengenai kendala air kolam renang Anda.
FAQ Seputar Perawatan Kolam Saat Musim Hujan
Berapa ukuran pH ideal untuk kolam renang outdoor?
Ukuran pH ideal air kolam renang berada di angka 7,2 hingga 7,6 dengan kadar klorin bebas berkisar antara 1,0 sampai 3,0 ppm.
Apakah air kolam perlu kita kuras habis setelah terkena hujan lebat?
Anda tidak perlu menguras habis air kolam karena cukup menyeimbangkan kembali kadar kimia lalu menyaringnya melalui sirkulasi mesin secara intensif.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan backwash filter saat musim hujan?
Lakukan backwash filter segera setelah proses vacuum dasar kolam selesai atau saat jarum tekanan pada manometer filter naik di atas normal.


