Saat sedang berenang pernahkah Anda mengamati volume air kolam renang berkurang sendiri? Sebenarnya ada penjelasan yang masuk akal mengapa ini terjadi. Jangan buru-buru panik dan menyimpulkan ada kebocoran di kolam renang, mari simak penjelasan berikut supaya semuanya lebih jelas.
Kehilangan air pada fasilitas berenang Anda bisa disebabkan oleh faktor alamiah maupun teknis. Sebagai pemilik, memahami perbedaan antara penyusutan air yang normal dan tanda kerusakan struktural sangatlah penting. Apakah Anda sudah tahu berapa batas toleransi penurunan air yang masih dianggap wajar setiap harinya?
3 Penyebab yang Membuat Volume Air Kolam Renang Berkurang
Fenomena berkurangnya air kolam sering kali merupakan kombinasi dari berbagai faktor lingkungan. Kami telah merangkum tiga penyebab utama yang paling sering ditemui di lapangan agar Anda bisa melakukan diagnosa awal secara mandiri.

1. Air Kolam Renang Berkurang Karena Penguapan
Ini adalah penyebab paling umum namun jarang disadari pemilik kolam renang. Secara standar teknik, kehilangan air sekitar 0,6 cm hingga 1,2 cm per hari dianggap normal akibat evaporasi. Faktor yang mempercepat proses ini meliputi paparan panas matahari langsung yang mengubah molekul air menjadi uap secara konstan.
Selain itu, tingkat kelembapan udara yang rendah serta hembusan angin kencang di atas permukaan kolam akan membawa lapisan udara lembap dan menggantinya dengan udara kering, yang memicu penguapan lebih lanjut. Penurunan air bahkan bisa terasa lebih drastis pada malam hari saat suhu air kolam tetap hangat sementara suhu udara luar menurun drastis.
2. Air Berkurang Karena Aktivitas Rutin
Tanpa disadari, kebiasaan dan pemeliharaan rutin juga menyumbang pengurangan debit air. Penggunaan fitur air seperti air mancur atau air terjun memperluas area permukaan air yang terpapar udara, sehingga laju penguapan meningkat.
Selain itu, proses pembersihan filter melalui metode backwashing secara otomatis membuang ratusan liter air langsung ke saluran pembuangan. Jangan lupakan juga faktor cipratan atau splash-out saat anak-anak bermain air dengan intens atau melakukan lompatan ke kolam yang membuang air ke area dek di sekitarnya.
Hal-hal kecil ini jika terakumulasi selama seminggu tentu akan memperlihatkan penurunan level air yang cukup nyata.
3. Air Berkurang Karena Kebocoran
Ini mungkin bagian yang membuat siapa pun akan panik. Apabila penurunan volume air terjadi secara drastis dan tidak wajar, bisa jadi memang bukan hanya evaporasi melainkan ada masalah pada konstruksi atau sistem sirkulasi.
Jika penurunan air melebihi 2,5 cm per hari, kemungkinan besar terdapat kebocoran pada sistem perpipaan bawah tanah, sambungan mesin pompa, atau retakan halus pada struktur beton kolam.
Titik rawan lainnya sering ditemukan pada rumah lampu kolam yang longgar atau gasket pada katup multiport filter yang sudah aus, sehingga air terus mengalir ke pembuangan meskipun mesin sedang dalam mode filtrasi biasa.
Mengalami masalah serupa tapi tidak mau repot? Anda bisa memanggil jasa perbaikan kolam renang bocor seperti yang disediakan oleh Trijaya Pool.
Bagaimana Cara Mengetahui Air Berkurang Karena Wajar atau Tidak?
Membedakan antara penguapan alami dan kebocoran struktural sebenarnya cukup mudah jika Anda mengetahui tekniknya. Kami sangat menyarankan pemilik kolam untuk melakukan pengujian mandiri sebelum memanggil tenaga ahli guna menghemat waktu dan tenaga.

Cara Memastikan: Metode “Bucket Test” (Tes Ember)
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, Anda bisa mengikuti langkah-langkah praktis berikut:
- Persiapan: Ambil ember plastik dan isi dengan air kolam, lalu letakkan di salah satu anak tangga kolam agar suhu air di dalam ember sama dengan suhu air kolam.
- Penandaan: Matikan pompa kolam. Tandai level air di bagian dalam ember dan level air kolam (bagian luar ember) menggunakan selotip atau spidol permanen.
- Pengamatan: Biarkan kolam tetap dalam kondisi mati (tidak ada aktivitas renang atau mesin menyala) selama 24 jam penuh.
- Evaluasi: Bandingkan kedua tanda tersebut. Jika penurunan level air kolam lebih dalam daripada air di dalam ember, maka dipastikan ada kebocoran. Jika penurunannya sama, itu murni karena penguapan.
Tahukah Anda mengapa suhu air di dalam ember harus sama dengan kolam? Hal ini bertujuan agar laju penguapan pada kedua media tersebut seimbang sehingga hasilnya tidak bias.
Jika Anda butuh bantuan merawat kolam renang atau merenovasi kolam renang serta melakukan perbaikan kebocoran yang rumit, maka bisa menghubungi Trijaya Pool.
Kami siap membantu Anda mendeteksi titik bocor dengan peralatan yang mumpuni agar masalah cepat tuntas. Untuk ketersediaan layanan ini di daerah Anda, silakan konsultasikan dulu melalui kontak kami.

