Membuat kolam renang untuk lansia atau orang yang sudah berusia lanjut 60 tahun ke atas memang harus lebih hati-hati. Kenyamanan, keselamatan, dan keamanan menjadi faktor penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Kami sudah merangkum sejumlah tips penting jika Anda berencana membuat fasilitas kolam renang lansia di rumah atau mungkin fasilitas publik seperti rumah sakit.
Biasanya, kebutuhan ini merujuk pada kolam renang hidroterapi yang mengutamakan fungsi pemulihan fisik.
Tanpa perencanaan yang matang, area ini bisa menjadi titik rawan kecelakaan bagi orang tua. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai aspek teknis yang harus dipenuhi.
Hal yang Penting Diperhatikan Saat Membuat Kolam Renang Lansia
Membangun fasilitas bagi orang tua membutuhkan pendekatan desain inklusif. Setiap komponen harus mendukung mobilitas mereka yang mungkin sudah mulai terbatas agar aktivitas berenang tetap memberikan manfaat kesehatan yang optimal.

1. Akses Masuk dan Keluar yang Aman
Bagian ini adalah titik yang paling sering menyebabkan terpeleset. Berikut adalah standar yang sebaiknya diterapkan:
- Tangga Landai: Hindari tangga vertikal yang curam. Kontraktor sebaiknya menggunakan tangga dengan pijakan lebar yang memungkinkan pengguna masuk ke air secara bertahap.
- Pegangan Tangan (Handrails): Pasang pegangan tangan dari material stainless steel berkualitas tinggi yang kokoh di kedua sisi tangga atau ramp untuk membantu keseimbangan saat tubuh mulai terasa ringan di dalam air.
- Material Anti-Slip: Gunakan ubin atau lantai dekoratif dengan tekstur kasar di area tangga dan seluruh dek sekeliling kolam. Tahukah Anda bahwa pemilihan material lantai yang tepat bisa menurunkan risiko tergelincir?
Baca juga: Cara Memilih Jenis Tangga Kolam Renang yang Aman
2. Kedalaman dan Desain Dalam Kolam
Lansia membutuhkan rasa aman saat kaki mereka menyentuh dasar kolam. Oleh karena itu, pengaturan kedalaman harus dilakukan dengan sangat teliti.
- Kedalaman yang Terukur: Disarankan kedalaman kolam tetap dangkal dan konsisten, idealnya setinggi pinggang hingga dada (sekitar 1,2 meter). Ini bertujuan agar mereka selalu bisa menapak dasar kolam dengan aman tanpa merasa panik.
- Ledge (Tepian Istirahat): Menambahkan kursi atau dudukan beton yang menyatu dengan struktur di sepanjang pinggiran kolam sangat membantu. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk beristirahat sejenak tanpa harus repot keluar dari air.
3. Kontrol Suhu dan Kualitas Air
Kondisi fisik lansia memerlukan perlakuan khusus terhadap lingkungan air tempat mereka berlatih fisik.
- Suhu Air Hangat: Orang tua lebih sensitif terhadap suhu. Suhu ideal air adalah antara 28°C hingga 31°C. Air yang terlalu dingin dapat memicu kram otot mendadak, sementara air yang terlalu panas dapat menyebabkan pusing kepala atau hipotensi.
- Sistem Sanitasi Lembut: Kami sangat menyarankan penggunaan sistem garam (salt chlorinator) atau teknologi UV. Kulit lansia cenderung lebih tipis dan sensitif, sehingga penggunaan klorin atau kaporit dosis tinggi sering kali memicu iritasi yang mengganggu kenyamanan.
Berapa Ukuran Kolam Renang yang Cocok untuk Lansia?
Menentukan dimensi kolam bukan hanya soal luas lahan, melainkan tentang efektivitas ruang untuk bergerak. Berikut adalah standar ukuran yang kami rekomendasikan untuk menunjang aktivitas mereka.
1. Kedalaman Air (Paling Penting)
Kedalaman ideal adalah 1,1 meter hingga 1,2 meter. Penentuan level air ini sangat penting karena air akan setinggi dada atau pusar rata-rata orang dewasa. Kedalaman ini cukup untuk berenang santai namun tetap memberikan stabilitas kaki yang mantap.
Kontraktor harus menghindari desain yang memiliki perubahan kedalaman secara mendadak atau dasar yang menukik tajam. Kami selalu menyarankan penggunaan kemiringan lantai yang sangat landai jika ingin ada sedikit perbedaan kedalaman.
2. Dimensi Luas (Panjang & Lebar)
Untuk ukuran minimal, dimensi 3 x 7 meter sudah cukup memadai untuk berenang. Namun, jika tujuannya adalah untuk latihan renang yang lebih intens (lap swimming), panjang minimal 10 meter lebih direkomendasikan.
Jarak ini memungkinkan lansia melakukan beberapa kayuhan sebelum harus berbalik arah, sehingga ritme latihan tetap terjaga tanpa sering terhalang oleh dinding kolam.
Butuh Bantuan Membuat Kolam Renang untuk Lansia? Hubungi Kami
PT Trijaya Pool Indonesia punya pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pembuatan kolam renang. Kontraktor siap merancang kolam renang lansia yang aman baik itu di rumah tinggal maupun fasilitas kesehatan.
Kami memahami bahwa setiap detail kecil, mulai dari kemiringan lantai hingga jenis pompa pemanas air, akan sangat memengaruhi kenyamanan jangka panjang.
Direkomendasikan juga konsep kolam renang hydroterapi sebagai pilihan terbaik untuk mendukung masa tua yang lebih sehat.
Kami akan membantu Anda menghitung rincian biaya secara transparan sesuai dengan fitur-fitur keamanan yang dibutuhkan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan langsung menghubungi tim Trijaya Pool melalui kontak tersedia.
FAQ
Berapa suhu air yang ideal?
Suhu terbaik adalah 28°C hingga 31°C untuk menjaga kelenturan otot dan mencegah kram jantung akibat air terlalu dingin.
Kenapa harus pakai sistem garam atau UV?
Kulit lansia lebih sensitif. Sistem ini jauh lebih lembut dan tidak memicu iritasi dibandingkan penggunaan klorin dosis tinggi.
Tangga kolam renang seperti apa yang aman?
Sangat disarankan memakai tangga beton permanen dengan pijakan lebar karena jauh lebih stabil dibandingkan tangga stainless steel yang sempit.
Berapa kedalaman kolam yang paling pas?
Maksimal 1,2 meter. Kedalaman setinggi dada ini memastikan lansia bisa selalu menapakkan kaki dengan stabil jika merasa lelah.

