Di pembahasan sebelumnya, kita sudah sempat menyinggung soal cara menstabilkan pH air. Kali ini, kita akan melanjutkan topik yang tak kalah penting, yaitu bagaimana cara mengatasi klorin kolam renang terlalu tinggi atau sebaliknya, kadar klorin yang terlalu rendah.
Saat menggunakan test kit kolam renang, biasanya Anda akan melihat dua indikator warna: merah untuk pH dan kuning untuk klorin. Dari sinilah Anda bisa mengetahui apakah air kolam dalam kondisi ideal atau tidak.
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, mungkin Anda bertanya, apa sebenarnya klorin itu?
Klorin adalah unsur kimia dengan lambang Cl dan nomor atom 17, berbentuk gas berwarna kuning-hijau pada suhu kamar.
Unsur ini sangat reaktif dan berfungsi sebagai oksidator kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, klorin sering digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme di air minum maupun kolam renang.
Jadi, menjaga kadar klorin tetap seimbang sangat penting agar kolam tetap aman dan nyaman digunakan.
Cara Mengatasi Klorin Terlalu Tinggi (Overdosis Klorin)
Kondisi klorin terlalu tinggi biasanya terjadi karena dosis bahan kimia yang ditambahkan berlebihan. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele.
Air yang terlalu banyak mengandung klorin bisa menyebabkan iritasi kulit, mata, rambut, bahkan saluran pernapasan. Gejalanya antara lain kulit terasa kering dan gatal, mata perih, rambut mudah rapuh, hingga batuk dan sesak napas.

Lalu bagaimana cara menguranginya agar kembali normal? Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:
- Biarkan air terkena sinar matahari langsung. Sinar UV dari matahari dapat membantu menurunkan kadar klorin secara alami.
- Jalankan sistem filtrasi atau sirkulasi air minimal 8 jam. Ini membantu mempercepat penyebaran dan pengurangan klorin dalam air.
- Hentikan penambahan klorin baru. Jika Anda menggunakan dispenser klorin, keluarkan bahan yang masih tersisa agar kadar tidak terus meningkat.
- Tambahkan air bersih. Air baru akan membantu mengencerkan konsentrasi klorin di kolam.
- Gunakan chlorine neutralizer. Bahan penetral ini bisa mempercepat penurunan kadar klorin secara aman.
- Lakukan pengukuran ulang. Pastikan kadar klorin sudah kembali pada ambang aman, yakni di bawah 3 ppm.
Sebagai catatan tambahan, penggunaan bahan kimia harus disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk menurunkan klorin, takaran umum natrium tiosulfat adalah sekitar 0,5 ons atau 15 ml per 3.800 liter air.
Gunakan hanya ⅓ atau ½ dari dosis tersebut terlebih dahulu. Jika berlebihan, zat ini bisa mengendap dan justru merusak keseimbangan air.
Tunggu beberapa menit hingga bahan bereaksi, lalu uji kadar air kembali. Jangan langsung berenang sebelum kadar klorin stabil, ya.
Ingin mengetahui apa saja obat kolam renang yang banyak digunakan dalam kebutuhan maintenance? Anda bisa menyimak penjelasan kami sebelumnya.
Mengatasi Kadar Klorin Terlalu Rendah
Sebaliknya, bagaimana jika kadar klorin terlalu rendah? Kondisi ini memang lebih mudah diatasi. Anda hanya perlu menambahkan bahan kimia seperti klorin bubuk, tablet, atau cair sesuai kebutuhan. Namun, tetap ada tahapan yang harus diperhatikan agar hasilnya efektif dan aman.

- Ukur kadar klorin dan pH terlebih dahulu. Ini penting agar Anda tahu kondisi awal air kolam.
- Pastikan pH air berada di kisaran ideal 7,2–7,6. Klorin akan bekerja optimal pada tingkat pH tersebut.
- Siapkan bahan klorin. Bisa berupa cair, tablet, atau butiran granul.
- Larutkan klorin sebelum dituang ke kolam. Gunakan ember berisi air untuk melarutkan klorin cair atau granul agar penyebarannya lebih merata.
- Tuangkan larutan klorin secara perlahan ke seluruh permukaan kolam. Fokus pada area yang airnya kurang bergerak.
- Jalankan sistem sirkulasi minimal 2 jam. Ini memastikan klorin tersebar dan bereaksi dengan baik.
- Lakukan pengukuran ulang. Pastikan kadar klorin sudah di kisaran 1–3 ppm.
- Tambahkan klorin bertahap jika diperlukan. Jangan terburu-buru, karena keseimbangan air lebih penting daripada kecepatan proses.
Nah, agar lebih mudah memilih produk yang sesuai, berikut panduan singkatnya:
- Klorin Cair: Cepat larut dan menaikkan kadar klorin dengan segera, tapi bisa memengaruhi pH air.
- Klorin Tablet: Larut perlahan, cocok untuk pemeliharaan jangka panjang agar kadar stabil.
- Kalsium Hipoklorit (Kaporit): Umumnya berbentuk butiran, efektif untuk disinfeksi dan treatment kejut.
- Asam Trikloroisosianurat (TCCA): Tablet disinfektan kuat, cocok untuk perawatan intensif namun perlu hati-hati karena bisa memengaruhi warna kolam.
- Diklor (Dichloro-s-triazinetrione): Bentuk butiran atau tablet yang cepat larut dan tidak mengubah pH secara signifikan.
Baca juga: Berapa Takaran Obat Kolam Renang yang Tepat?
Mengalami Masalah Seperti Ini? Coba Hubungi Ahlinya
Sudah melakukan berbagai cara tapi kadar klorin tetap sulit dikendalikan? Mungkin saatnya Anda meminta bantuan profesional.

Tim dari Trijaya Pool siap membantu Anda menyeimbangkan kadar kimia kolam dengan cara yang aman dan efisien. Kami juga menyediakan layanan perawatan rutin, termasuk pengecekan pH, pembersihan, hingga pengaturan sistem filtrasi.
Jadi, sebelum masalah kecil di kolam renang Anda menjadi lebih rumit, pastikan perawatan dilakukan dengan tepat.
Dengan kadar klorin yang seimbang, air kolam akan tetap jernih, aman, dan nyaman untuk digunakan setiap hari. Karena pada akhirnya, keseimbangan klorin bukan hanya soal tampilan air, tapi juga tentang kesehatan dan kenyamanan Anda dan keluarga tercinta saat berenang.

